News

Jelang MTQN XXXI, Kafilah Kaltim Diingatkan Jaga Kerendahan Hati

KALTIM.PUSARAN.ONLINE – Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur, A. M. Fitra Firnanda, menekankan bahwa pembinaan generasi Qurani bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan sebuah pengabdian yang mulia.

“Pembinaan di sini berbeda dengan bidang olahraga yang fokus mengejar prestasi. Di sini, kita bertanding sekaligus beribadah. Itulah nilai lebih yang kita miliki, di mana orientasi akhirnya adalah meraih prestasi melalui ketaatan,” ujar Fitra Firnanda saat membuka Training Center (TC) Kafilah Kaltim untuk MTQN XXXI Jawa Tengah 2026 di Samarinda, Senin (13/7/2026) malam.

Ia menyoroti capaian gemilang kafilah Kaltim dalam tiga tahun terakhir, di antaranya gelar juara umum MTQN 2024 dan STQHN 2025, serta berbagai prestasi di level internasional.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa mempertahankan gelar juara umum jauh lebih menantang.

“Menjadi juara nasional dan internasional patut diapresiasi, namun tantangan ke depan adalah mempertahankan posisi tersebut. Semua provinsi kini berusaha menjadi yang terbaik, jadi kita harus bekerja keras,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen penuh memfasilitasi kebutuhan para peserta agar dapat berlatih dengan maksimal. Fitra berpesan kepada seluruh kafilah untuk menjaga kekompakan dan kesungguhan selama masa persiapan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II LPTQ Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa para peserta yang mengikuti TC saat ini adalah talenta terbaik yang telah melalui seleksi ketat.

“Tidak mudah menjadi Kafilah Kaltim. Kalian adalah pilihan pelatih, yang terbaik dari yang terbaik. Kami yakin kalian mampu membawa harum nama daerah,” ujar Dasmiah.

Dasmiah juga menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dan kerendahan hati serta mengingatkan agar para peserta menjauhkan diri dari rasa sombong.

“Jika kesombongan muncul, tandanya seseorang sudah kalah sebelum bertanding,” tegasnya.

Selain latihan teknis, ia menekankan kekuatan doa. Keberhasilan, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga berkat doa guru, alim ulama, orang tua, dan dukungan seluruh masyarakat Kaltim.

“Kemampuan teknis saja tidak cukup. Banyak keajaiban yang terjadi karena kekuatan doa,” pungkasnya.

Kegiatan Training Center ini berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026, yang diisi dengan materi pendalaman serta uji tanding (tryout). Pembukaan TC turut dihadiri oleh Wakil Ketua I LPTQ Kaltim, Abdul Khaliq, beserta segenap pengurus lainnya.

Related Posts

1 of 14